Guru di Manggarai Barat NTT Dikeroyok Sejumlah Orang Tua Murid Gegara Menegur Seorang Murid
Ilustrasi: Seorang Guru di Manggarai Barat, NTT, Dianiaya Sejumlah Orang Tua Murid.
LEBAHTIMOR.COM- Seorang guru di Kabupaten Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur dikeroyok sejumlah orang tua.
Kejadian itu terjadi saat guru berinisial SB itu menegur sejumlah anak yang bermain petasan dekat rumah ibunya di Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat.
Adapun peristiwa pengeroyokan guru yang bertugas di SDI Lengko Paje, Kecamatan Welak itu terjadi pada Rabu (10/12/2025) lalu.
Kini kasus tersebut ditangani pihak kepolisian dari Polsek Lembor Polres Manggarai Barat setelah kedua belah pihak membuat laporan polisi.
Kapolsek Lembor, Ipda Vinsen Bagus menjelaskan pihaknya masih mendalami kasus dugaan pengeroyokan dari orang tua terhadap guru SB.
"Laporan dari guru itu kami terima kemarin malam, sementara tadi siang mereka buat laporan juga. Anak-anak sekolah itu didampingi oleh orang tuanya buat laporan juga dugaan penganiayaan. Jadi mereka saling lapor," kata Kapolsek Vinsen, dikutip pos-kupang.com, Senin (15/12/2025).
Ipda Vinsen mengatakan, pihaknya melakukan pemanggilan kedua belah pihak dan pemeriksaan saksi-saksi. Ia menyebut, pihaknya juga akan mengambil sikap tegas setelah ada hasil penyelidikan.
Ia menambahkan, kedua pihak yang saling melapor sudah divisum, baik guru SB maupun anak-anak.
Kronologi peristiwa
Kronologi peristiwa pengeroyokan bermula saat anak-anak bermain petasan di dekat rumah ibu dari guru SB. Akibat bunyi petasan, ada ayam milik ibu SB yang mati.
Guru SB yang tak terima lalu menegur anak-anak yang berulah usil itu.
Alih-alih menegur dan menginterogasi anak mereka, para orang tua malah salah paham. Mereka menuding SB melakukan pemukulan terhadap anak-anak mereka. Akibatnya, SB pun dianiaya di mes guru tempat ia tinggal.
Hal itu mengakibatkan kericuhan di lingkungan. Warga yang berada disekitar berusaha melerai konflik kedua pihak.
Usai kericuhan, SB dan orang tua anak-anak yang melakukan pengeroyokan dibawa ke Ketua RT setempat untuk mediasi. Namun upaya mencari jalan tengah itu dak membuahkan hasil. (*)
Sumber: pos-kupang.com
Tinggalkan komentar