Prabowo dan Ratu Maxima Bahas Kesehatan Keuangan di Indonesia

LEBAHTIMOR.COM-- Presiden Prabowo Subianto dan Ratu Maxima dari Belanda membahas transformasi inklusi dan kesehatan keuangan di Indonesia, dalam pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis.

Adapun Ratu Maxima berkunjung ke Indonesia sebagai Advokat Khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Kesehatan Finansial (UNSGSA).

Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan produktif, menunjukkan keseriusan Indonesia dalam mempercepat agenda besar inklusi keuangan dan kesehatan finansial sebagai fondasi kesejahteraan masyarakat di masa depan.

Dalam sambutan pengantarnya, Presiden Prabowo menyampaikan penghargaan tinggi atas kontribusi Ratu Máxima dalam memajukan konsep kesehatan keuangan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

“Yang Mulia Ratu Máxima, sekali lagi saya ingin menyambut Anda di Indonesia dan menyampaikan penghargaan yang mendalam atas kunjungan Anda disini dalam peran Anda sebagai advokat khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Kesehatan Keuangan,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden menegaskan bahwa Indonesia memerlukan strategi nasional yang terstruktur dan kuat, termasuk pembentukan dewan lintas sektor yang akan memberikan rekomendasi langsung kepada Presiden dan mempercepat implementasi kebijakan.

“Saya pikir ini adalah sesuatu yang nyata dan kita bisa bergerak sangat cepat,” tegas Kepala Negara.
Menanggapi komitmen tersebut, Ratu Máxima menyampaikan apresiasi atas pencapaian Indonesia dalam memperluas akses layanan keuangan, sembari menekankan pentingnya tujuan akhir dari inklusi finansial.

“Saya pikir sekarang saatnya melihat alasan di balik inklusi keuangan. Kita ingin mereka memiliki kehidupan yang lebih baik hari ini dan esok, serta tidak terjerumus dalam masalah. Jadi, saya pikir Itulah inti dari kesehatan finansial,” tutur Ratu Maxima. 

Ratu Maxima juga mengakui bahwa Indonesia telah menunjukkan kemajuan besar, namun masih perlu memperkuat implementasi agar manfaat inklusi benar-benar dirasakan masyarakat kecil, pekerja informal, dan pelaku UMKM.

Pertemuan ini menandai babak baru kerja sama strategis antara Indonesia dan komunitas internasional dalam penguatan arsitektur kebijakan keuangan nasional, mendorong layanan keuangan aman dan terjangkau, memperkuat literasi dan ketahanan finansial keluarga, hingga program nyata yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan rakyat. (*)

Bagikan
Tinggalkan komentar
Berita Terkait
Lewat Program Alap Alap Smart Car, Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad Datangi SDN Suanae TTU NTT
15 Desember 2025 - 17:36 Politik
Lewat Program Alap Alap Smart Car, Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad Datangi SDN Suanae TTU NTT

Ilustrasi: Satgas Pamtas RI-RDTL, Sektor Barat Yonarhanud 2 Kostrad melaksanakan program unggulan mereka, 'Alap Alap Smart Car' ke SDN Suanae TTU,

Lebih Detail
Utamakan Kualitas Disiplin, Unika Weetebula NTT Mewisuda 283 Mahasiswa
15 Desember 2025 - 17:29 Politik
Utamakan Kualitas Disiplin, Unika Weetebula NTT Mewisuda 283 Mahasiswa

Ilustrasi: Wisuda Mahasiswa Unika Weetebula di Pulau Sumba, NTT. LEBAHTIMOR.COM- Mengutamakan kedisiplinan untuk mencapai tujuan, Universitas Katolik (Unika) Weetabula

Lebih Detail
Di Flotim NTT, Warga Tak Bisa Cetak KTP Lantaran Dukcapil Kehabisan Tinta
15 Desember 2025 - 17:17 Politik
Di Flotim NTT, Warga Tak Bisa Cetak KTP Lantaran Dukcapil Kehabisan Tinta

Ilustrasi: Perekaman KTP Elektronik oleh Dukcapil Jakarta Barat. LEBAHTIMOR.COM- Di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), warga setempat tidak

Lebih Detail